Home » All posts
Jumat, 15 April 2016
· Ruang Lingkup
Manajemen
hubungan bisnis terdiri dari pengetahuan, keterampilan, dan perilaku (atau
kompetensi) yang membina hubungan yang produktif antara organisasi jasa
(misalnya Sumber Daya Manusia , teknologi informasi , departemen keuangan,
· Maksud dan Tujuan :
Manajemen
hubungan bisnis (BRM) adalah pendekatan formal untuk pemahaman,
mendefinisikan, dan mendukung kegiatan antar-usaha yang terkait dengan jaringan
bisnis .
Tujuan
dari manajemen hubungan bisnis adalah untuk memahami kebutuhan pelanggan bisnis
dan untuk memberikan layanan yang memenuhi kebutuhan tersebut .
· Prinsip Umum
Tujuan
BRM mengharuskan konsep-konsep dan prinsip-prinsip dapat diidentifikasi dan
diukur. Mengingat model, seseorang harus mampu mengidentifikasi hubungan bisnis
yang mereka terlibat dalam, dan mengukur mereka dalam hal seperti kuantitas
atau durasi. Hal yang sama berlaku untuk setiap aspek BRM, seperti jenis,
peran, atau prinsip.
Setiap
hubungan bisnis memiliki tujuan yang memerlukan partisipasi dari peran ganda
untuk
mencapai. Tujuan dari hubungan bisnis yang diberikan adalah diskrit dan
terukur.
· Peran
Sebagai
peran organisasi, BRM peran organisasi adalah hubungan antara penyedia layanan
dan bisnis. Peran bertindak sebagai penghubung, orkestra, dan navigator antara
penyedia layanan dan satu atau unit bisnis yang lebih.
Peran
Bisnis Relationship Manager telah diperkenalkan di ITIL 2011 untuk melakukan
kegiatan dalam proses bisnis Relationship Management.
·
Hubungan dengan proses
manajemen layanan lainnya
·
Ruang Lingkup
Ruang
lingkup Keuangan Untuk Layanan TI sesungguhnya hanya mencakup tiga hal utama
yaitu tentang keputusan keuangan, keputusan investasi dan kebijakan deviden.
1. Keputusan
Keuangan dilakukan untuk mencari dana..
Contohnya
: Keputusan Keuangan adalah menentukan berapa banyak obligasi (utang jangka
panjang) yang harus ditambah dan berpapa banyak saham biasa yang perlu
diterbitkan.
2. Keputusan
Investasi
Segala
keputusan manajerial yang dilakukan untuk menghasilkan dana berbagai macam
aktiva. Boleh juga dikatakan bahwa keputusan investasi adalah keputusan bisnis,
dan itu diluar keputusan keuangan.
3. Kebijakan
devide
Yaitu
seluruh kebijakan yang dilakukan untuk menetapkan seberapa besar laba bersih
yang dibagikan kepada para pemegang saham dan berapa besar laba bersih yang
tetap ditahan untuk cadangan investasi tahunan, kebijakan itu akan tercermin
dari besarnya perbandingan laba bersih.
Contoh
kebijakan deviden adalah menetapkan apakah presentase pembagian deviden saat
ini perlu ditingkatkan atau tetap dipertahankan sebagaimana pada tahun
sebelumnya.
·
Maksud dan Tujuan :
Tujuan
dari Manajemen Keuangan Jasa IT (ITFM) adalah untuk mengoptimalkan biaya IT
Services saat mengambil menjadi kualitas akun dan faktor risiko. Saldo analisis
biaya terhadap kualitas dan risiko untuk membuat cerdas, strategi optimalisasi
biaya berdasarkan metrik-. Balancing diperlukan karena biaya pemotongan mungkin
tidak menjadi strategi terbaik untuk memberikan output konsumen yang optimal.
·
Ruang Lingkup
Situsnya
bertujuan untuk memberikan pengenalan untuk membangun proses Business Continuity
Management dalam sebuah organisasi dalam rangka untuk mengurangi teknologi dan
kontinuitas informasi risiko yang teridentifikasi sebagai bagian dari Manajemen
Risiko.
Dalam
rangka mempertahankan ketersediaan TI dan informasi organisasi perlu memahami yang
proses sangat penting, seberapa cepat mereka harus dipulihkan. apa IT dan
informasi yang diperlukan untuk menjaga proses-proses penting yang berjalan. Dengan
menggunakan informasi ini, ICT dan Keamanan Informasi (IS) profesional dapat
menentukan tindakan yang harus dilakukan untuk memastikan bahwa TI dan
informasi persyaratan proses kritis dapat dipenuhi, meskipun peristiwa yang
mengganggu. Ini termasuk memastikan bahwa ICT dan IS staf tersedia dalam jangka
waktu yang diperlukan dan identifikasi situs alternatif (s) yang bekerja harus
itu menjadi perlu. Informasi ini rinci dalam Business Continuity Plan (BCP).
Setelah
ICT dan IS operasional lagi, tim operasional akan dapat bekerja dari mereka IT
Service Continuity Plan untuk mengembalikan komponen TI kritis dan informasi
yang diperlukan untuk mendukung proses kritis
·
Maksud & Tujuan
Layanan
Continuity Management (ITSCM) IT bertujuan untuk mengelola risiko yang serius
dapat mempengaruhi layanan TI. ITSCM memastikan bahwa penyedia layanan TI
selalu dapat memberikan minimum setuju Layanan Levels, dengan mengurangi resiko
dari kejadian bencana untuk tingkat yang dapat diterima dan perencanaan untuk
pemulihan layanan TI. ITSCM harus dirancang untuk mendukung Business Continuity
Management.
·
Kebijakan Keamanan
Informasi (Information Security Policy)
Tujuan
kebijakan keamanan informasi adalah untuk memberikan arahan dan dukungan
manajemen keamanan informasi. Manajemen harus menetapkan arah kebijakan yang
jelas dan menunjukkan dukungan, serta komitmen terhadap keamanan informasi melalui
peerapan dan pemeliharaan suatu kebijakan keamanan informasi di seluruh tatanan
organisasi.
· Dokumen Kebijakan
Keamanan Informasi (Information Security Policy Document)
Kontrol
yang seharusnya dipenuhi adalah dokumen kebijakan keamanan informasi harus
disetujui oleh manajemen, dipublikasikan dan disosialisasikan dengan baik
kepada seluruh pegawai. Di dalam dokumen kebijakan tersebut harus ada
pernyataan komitmen manajemen dan pendekatan organisasi dalam mengelola
keamanan informasi.
·
Sistem Manajemen
Keamanan Informasi
Adalah
istilah yang muncul terutama dari ISO/IEC 27002 yang merujuk pada suatu sistem
manajemen yang berhubungan dengan keamanan informasi. Konsep utama ISMS untuk
suatu organisasi adalah untuk merancang, menerapkan, dan memelihara suatu
rangkaian terpadu proses dan sistem untuk secara efektif mengelola keamanan
informasi dan menjamin kerahasiaan, integritas, serta ketersediaan aset-aset
informasi serta meminimalkan risiko keamanan informasi.
Standar
ISMS yang paling terkenal adalah ISO/IEC 27001 dan ISO/IEC 27002 serta
standar-standar terkait yang diterbitkan bersama oleh ISO dan IEC. Information
Security Forum juga menerbitkan suatu ISMS lain yang disebut Standard of Good
Practice (SOGP) yang lebih berdasarkan praktik dari pengalaman mereka. Kerangka
manajemen teknologi informasi (TI) lain seperti COBIT dan ITIL juga menyentuh
masalah-masalah keamanan walaupun lebih terarah pada kerangka tata kelola TI
secara umum.
· Fasilitas Manajemen -
Kontrol Akses Fisik
Fasilitas
Manajemen keamanan informasi adalah Aktivitas untuk menjaga agar sumberdaya
informasi tetap aman Manajemen keamanan informasi terdiri atas empat tahap,
yaitu:
1.
Mengidentifikasi ancaman yang dapat menyerang sumber informasi perusahaan.
2.
Mendefinisikan resiko yang disebabkan oleh ancaman.
3.
Menentukan kebijakan keamanan informasi.
4.
Mengimplementasikan pengendalian untuk mengatasi resiko resiko tersebut
SUMBER
:
https://id.wikipedia.org/wiki/Business_relationship_management
https://id.wikipedia.org/wiki/Keamanan_komputer
Kamis, 24 Maret 2016
Information Technology Infrastructure Library
06.48 Unknown
SECTION 1
Infrastruktur
Library(ITIL)
Terdapat 2
komponen operasional ITIL yaitu :
1. Service
Support (yaitu aktifitas yang dilaksanakan minimal setiap hari)
2. Service
Delivery (yaitu aktivitas yang dilaksanakan minimal
setahun/kuartal/bulanan)
* SERVICE
SUPPORT
1. The
Service Desk
2. Tujuan
:
1. Untuk
melaksanakan single point of contact antara User dan IT
Service Management dan memeriksa status hubungan semua customer.
2. Menangani Incidents dan
permintaan, serta memberikan arahan untuk kegiatan lain sepertiChange, Problem,
Configuration, Release, Service Level, and IT Service Continuity Management
Kegiatan :
1. Menerima
dan merekam semua panggilan dari user.
2. Memberikan first-line support (menggunakan pengetahuan)
3. Mengacu kepada second-line support bila diperlukan.
4. Monitoring dan peningkatan peningkatan bahaya-bahaya yang terjadi.
5. Menjaga informasi user.
6. Memberikan ruang antara disiplin ITSM.
7. Memberikan pengukuran dan metrik
2. Memberikan first-line support (menggunakan pengetahuan)
3. Mengacu kepada second-line support bila diperlukan.
4. Monitoring dan peningkatan peningkatan bahaya-bahaya yang terjadi.
5. Menjaga informasi user.
6. Memberikan ruang antara disiplin ITSM.
7. Memberikan pengukuran dan metrik
1. Incident
Management
Tujuan
:
Untuk
kembali ke operasi normal secepat dan sebisa mungkin dengan gangguan seminimal
mungkin, yang memastikan bahwa tingkat pencapaian terbaik dariavailability Dan service telah
terpelihara.
Incident
definition, semua peristiwa yang tidak sesuai standar operasi yang
disebabkan atau mungkin disebabkan gangguan atau
pengurangan kualitas service.
Work-around
definition, sebuah metode untuk menghindari Incident atau masalah,
salah satunya dengan menggunakan teknik sementara atau tetap
sehingga user tidak lagi percaya kepada Configuration Item (CI) yang diketahui
sebagai penyebab failure.
2. Problem
Management
Tujuan
:
Untuk
meminimalkan pengaruh yang merugikan dalam bisnis yang diakibatkan incident dan
masalah yang disebabkan oleh error dalam infrastuktur.
Problem
definition, Sebab yang tidak diketahui yang diakibatkan satu atau lebih
incident
Known
Error definition, Sebuah incident atau problem yang sebabnya
diketahui.
3.
Configuration Management
Tujuan
:
*
Menyediakan pengendalian infrastuktur melalui monitoring dan pemeliaharaan
informasi atas:
1)
Configuration Items (CI) diperlukan untuk mendistribusikan services
2) CI status and history
3) CI relationships
4) Valuable CIs (monetary or service)
2) CI status and history
3) CI relationships
4) Valuable CIs (monetary or service)
4. Release
Management
Tujuan
:
Release
Management memberikan pandangan yang menyeluruh mengenai perubahan dalam
IT service dan memastikan seluruh aspek dalam Release, baik
teknik maupun non teknik
5. Change
Management
Tujuan
:
1.
Proses perubahan pengendalian infrastuktur atau aspek lain dari services, dalam
cara yang dikendalikan, memberikan persetujuan perubahan
dengan gangguan yang minimal.
2.
Change Management memastikan bahwa metode standarisasi dan prosedur
digunakan untuk efisinsi dan meyakinkan
penanganan semua perubahan.
3.
Changes dapat memberikan solusi atas Problems, Known Errors.
*SERVICE
DELIVERY
1. Service
Level Management
Tujuan
:
Untuk
memelihara dan memperbaiki kualitas IT service, melalui siklus tetap
mengenai pemahaman, persetujuan, monitoring, pelaporan dan
pencapaian IT service. Service Level Management mengatur dan memperbaiki
tingkat persetujuan service antara dua pihak.
1. The
provider yang mungkin menjadi internal service department atau organisasi
external yang memberikan outsourced service
2.
Penerima service seperti customer yang membayar tagihan.
2. Availability
Management
Tujuan
:
Untuk
mencapai capabilitas IT infrastructure dan mendukung organisasi untuk
mendistribusikan biaya yang efektif dan tingkat availability
yang terus menerus yang memungkinkan kepuasan sebagai tujuannya.
3. IT
Service Continuity Management
Tujuan
:
Untuk
mendukung kesuruhan proses Business Continuity Management dengan memastikan
teknik dan fasilitas IT service yang dibutuhkan dapat dipenuhi
dengan time-scale bisnis yang disetujui dan dipersyaratkan.
4. Capacity
Management
Tujuan
:
Untuk
memahami kebutuhan bisnis di masa mendatang (the required service delivery),
operasi perusahaan (the current delivery), dan memastikan seluruh kapasitas
saat ini dan masa yang akan datang serta aspek-aspek yang dibutuhkan yang
memberikan biaya yang efektif.
5. Financial
Management for IT Services
Tujuan
:
Untuk
memberikan pekerjaan dengan biaya yang efektif dan penggunaan keuangan serta IT
asset dalam Services
ITIL
biasanya diterapkan kepada satu atau lebih dalam bisnis sebagai berikut :
1.
Penentuan proses bisnis dengan IT organisasi.
2. Penerapan dan perbaikan mengenai kualitas service
3. Kebutuhan untuk fokus kepada konsumen dalam hal IT.
4. Penerapan fungsi central help desk.
2. Penerapan dan perbaikan mengenai kualitas service
3. Kebutuhan untuk fokus kepada konsumen dalam hal IT.
4. Penerapan fungsi central help desk.
Model Manajemen
pelayanan I.T.I.L :
1. Service
Strategy
2. Service Design
3. Service Transition
4. Service Operation
5. Continual Service Improvement
2. Service Design
3. Service Transition
4. Service Operation
5. Continual Service Improvement
Gambar kegiatan
utama dari tahap siklus hidup layanan.
Gambar Diatas
adalah kegiatan utama dari tahap siklus hidup layanan.
Diagram diatas
menggambarkan bagaimana siklus hidup layanan dimulai dari perubahan dalam
persyaratan dalam bisnis.
SECTION 2
Strategi
Layanan
Service
Strategy memberikan panduan kepada pengimplementasi ITSM pada bagaimana
memandang konsep ITSM bukan hanya sebagai sebuah kemampuan organisasi (dalam
memberikan, mengelola serta mengoperasikan layanan TI), tapi juga sebagai
sebuah aset strategis perusahaan. Panduan ini disajikan dalam bentuk
prinsip-prinsip dasar dari konsep ITSM, acuan-acuan serta proses-proses inti
yang beroperasi di keseluruhan tahapan ITIL Service Lifecycle.
Strategi
layanan dari setiap penyedia layanan harus didasarkan atas dasar pengakuan
bahwa pelanggan tidak membeli produk, mereka membeli kepuasan dari kebutuhan
khusus. Oleh karena itu, untuk menjadi sukses, layanan yang disediakan harus
dapat dirasakan oleh pelanggan untuk memberikan nilai yang cukup dalam bentuk
manfaat yang ingin dicapai pelanggan.
Mencapai
pemahaman yang mendalam mengenai kebutuhan pelanggan, dalam hal apa
kebutuhannya, kapan dan mengapa itu terjadi, juga membutuhkan pemahaman yang
jelas tentang persis yang pelanggan yang sudah ada atau potensi pengguna dari
penyedia layanan. Hal ini, pada gilirannya, memerlukan penyedia layanan untuk
memahami konteks yang lebih luas dari saat ini dan potensi pasar tempat
beroperasi penyedia layanan, atau mungkin ingin beroperasi di dalamnya.
Strategi
layanan tidak dapat diciptakan atau ada dalam isolasi strategi menyeluruh dan
budaya organisasi yang dimiliki oleh penyedia layanan. Penyedia layanan mungkin
ada dalam suatu organisasi semata‐mata
untuk memberikan layanan pada satu unit bisnis yang spesifik, untuk layanan
unit bisnis, atau mungkin beroperasi sebagai penyedia layanan eksternal yang
melayani beberapa bisnis eksternal. Strategi yang diadopsi harus memberikan
nilai yang cukup kepada pelanggan dan semua stakeholder penyedia layanan ‐ harus
memenuhi
Intinya jika
diringkas : Service strategy/ Strategi Layanan adalah untuk melihat
perspektif/sudut pandang, posisi, rencana kedepan, dan pola yang IT Service
Provider harus jalankan agar menyokong bisnis yang organisasi kerjakan
RESIKO :
Setiap penyedia
layanan tunduk pada kekuatan kompetitif
Semua penyedia
layanan dan pelanggan beroperasi dalam satu atau lebih pasar internal atau
eksternal. Penyedia jasa harus berusaha untuk mencapai pemahaman yang lebih
baik dibandingkan pesaingnya dalam pasar yang dinamis, pelanggan di dalamnya,
dan kombinasi dari faktor keberhasilan kritis pasar yang unik
Jenis penyedia
layanan TI
• Services
Strategy (SS), meliputi perencanaan strategis manajemen layanan dan keterpaduan
pelayanan dengan strategi bisnis.
• Services
Design (SD), outlines desain danpengembangan layanan jasa dan
prosesmanajemen.
• Services
Transition (ST), mengilustrasikanbagaimana persyaratan tahapan
sebelumnya(strategi dan desain) untuk layanan yangberkelanjutan dan dapat
dipertahankan.
• Services
Operation (SO), meliputi penyampaianyang efektif dan efisien dan dukungan
layanan,juga menyediakan referensi untuk kegiatanoperasional dalam
proses-proses lain.
• Continual
Service Improvement (CSI),perbaikan layanan yang berkelanjutan danpengukuran
kinerja proses yang diperlukanuntuk layanan
Atau
Jenis Penyedia
Layanan:
· Tipe
I: ada dalam sebuah organisasi semata‐mata untuk memberikan layanan
kepada satu khusus unit bisnis
· Tipe II: melayani beberapa unit bisnis dalam organisasi yang sama
· Tipe III: beroperasi sebagai penyedia layanan eksternal melayani beberapa pelanggan eksternal.
· Tipe II: melayani beberapa unit bisnis dalam organisasi yang sama
· Tipe III: beroperasi sebagai penyedia layanan eksternal melayani beberapa pelanggan eksternal.
Empat Strategi
:
4 ‘P’ dari Strategi
• Perspektif: visi yang khas
• Position: keunikan posisi sebagai dasar untuk berkompetisi
• Plan: bagaimana provider layanan akan mencapai visi
• Pattern: pola dasar yang berulang dalam decision making, biasanya berdasarkan „tema pokok‟ atau „guiding principles‟ atau „kebijakan umum‟.
4 ‘P’ dari Strategi
• Perspektif: visi yang khas
• Position: keunikan posisi sebagai dasar untuk berkompetisi
• Plan: bagaimana provider layanan akan mencapai visi
• Pattern: pola dasar yang berulang dalam decision making, biasanya berdasarkan „tema pokok‟ atau „guiding principles‟ atau „kebijakan umum‟.
Manajemen
Layanan sebagai Aset Strategis: Penggunaan ITIL untuk mengubah kemampuan
manajemen layanan menjadi aset strategis, dengan menggunakan Manajemen Layanan
untuk memberikan dasar bagi kompetensi inti, kinerja khusus dan keuntungan
tahan lama, serta meningkatkan potensi penyedia layanan dari:
kapabilitas: kemampuan
penyedia layanan (dalam hal manajemen, organisasi proses, pengetahuan dan orang‐orang) untuk
mengkoordinasikan, mengendalikan dan menyebarkan sumber daya
sumber daya:
masukan langsung untuk memproduksi layanan, misalnya keuangan, modal, infrastruktur,
aplikasi, informasi dan orang‐orang.
SECTION 3 :
Mengapa Desain
Layanan itu penting ?
Desain Layanan
adalah tahap dalam siklus hidup layanan secara keseluruhan dan merupakan elemen
penting dalam proses perubahan bisnis.
Peran Desain
Layanan dalam proses perubahan bisnis dapat didefinisikan sebagai:
Desain yang
tepat dan inovatif layanan TI, termasuk arsitekturnya, proses, kebijakan dan
dokumentasi, untuk memenuhi kebutuhan sekarang dan masa depan bisnis yang telah
disepakati.
Lima Aspek
Utama Dari Desain Layanan ?
Terdapat 5 aspek individu dalam Desain Layanan:
1. Solusi layanan baru atau perubahan
2. Sistem manajemen layanan dan perangkatnya, khususnya Portfolio Layanan
3. Arsitektur teknologi dan sistem manajemen
4. Proses, peran dan kemampuan
5. Metode pengukuran dan satuan
Terdapat 5 aspek individu dalam Desain Layanan:
1. Solusi layanan baru atau perubahan
2. Sistem manajemen layanan dan perangkatnya, khususnya Portfolio Layanan
3. Arsitektur teknologi dan sistem manajemen
4. Proses, peran dan kemampuan
5. Metode pengukuran dan satuan
Tujuan dan
sasaran utama Desain Layanan adalah sebagai berikut:
1. Desain
layanan untuk mempertemukan manfaat bisnis yang telah disetujui
2. Desain proses untuk menunjang sikus hidup layanan
3. Mengidentifikasi dan mengelola resiko
4. Desain keamanan dan kerentanan infrastuktur TI, lingkungan layanan, arsitektur, kerangka kerja, dan dokumen untuk menunjang desain dari kuaitas solusi TI
5. Membangun keahlian dan kemampuan dalam TI
6. Berkontribusi terhadap keseluruhan peningkatan kualitas layanan TI
2. Desain proses untuk menunjang sikus hidup layanan
3. Mengidentifikasi dan mengelola resiko
4. Desain keamanan dan kerentanan infrastuktur TI, lingkungan layanan, arsitektur, kerangka kerja, dan dokumen untuk menunjang desain dari kuaitas solusi TI
5. Membangun keahlian dan kemampuan dalam TI
6. Berkontribusi terhadap keseluruhan peningkatan kualitas layanan TI
Paket Desain
Layanan (SDP): mendefinisikan seluruh aspek dalam layanan TI dan keseluruhan
persyaratan dari setiap tingkatan dalam siklus hidup layanan. SDP dihasilkan
untuk setiap layanan TI baru, perubahan mayor, atau layanan TI yang
dikeluarkan.
Senin, 25 Januari 2016
PERUBAHAN DAN PERKEMBANGAN ORGANISASI
05.52 Unknown
MAKALAH
TEORI ORGANISASI UMUM #
PERUBAHAN
DAN PERKEMBANGAN ORGANISASI
Disusun
Oleh :
Hafizh
Elgia Ahadin (14114684)
Purwanto
Priyo U (18114558)
Muhammad
Fauzan (17114239)
Afrilian
Ardy N (10114418)
M
Finan Iskandar (1D114014)
Weldan
Damas syah (1C114190)
FAKULTAS
ILMU KOMPUTER & TEKNOLOGI INFORMASI
UNIVERSITAS
GUNADARMA
KATA
PENGANTAR
Puji
syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat, Inayah,
Taufik dan Hinayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini dalam
bentuk maupun isinya yang sangat sederhana.Untuk itu kami tidak lupa
menyampaikan bayak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami
dalam pembuatan makalah ini.
Namun
tidak lepas dari semua itu, kami menyadari sepenuhnya bahwa ada kekurangan baik
dari segi penyusun bahasanya maupun segi lainnya.Oleh karena itu dengan lapang
dada dan tangan terbuka kami membuka selebar-lebarnya bagi pembaca yang ingin
memberi saran dan kritik kepada kami sehingga kami dapat memperbaiki makalah
tentang Perubahan dan Perkembangan Organisasi.
Akhirnya
penyusun mengharapkan semoga dari makalah tentang Perubahan dan Perkembangan
Organisasi ini dapat diambil hikmah dan manfaatnya sehingga dapat memberikan
inpirasi terhadap pembaca.
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.................................................................................... 2
DAFTAR ISI.................................................................................................. 3
PENDAHULUAN.......................................................................................... 4
I)
FAKTOR-FAKTOR PERUBAHAN ORGANISASI................. 5
a.
Pengertian Faktor Perubahan Organisasi............................................. 5
b.
Faktor Ekstern..................................................................................... 5
c.
Faktor Intern........................................................................................ 6
II)
FAKTOR-FAKTOR PERUBAHAN ORGANISASI................. 8
a.
Pengertian Proses Perubahan Organisasi............................................. 8
b.
Tahap-tahap Proses Perubahan Organisasi.......................................... 8
III)
CIRI-CIRI PENGEMBANGAN ORGANISASI...................... 10
a.
Pengertian Pengembangan Organisasi................................................ 10
b.
Ciri-ciri Pengembangan Organisasi..................................................... 10
IV)
METODE PENGEMBANGAN ORGANISASI....................... 11
a.
Metode-metode Pengembangan Organisasi....................................... 11
V)
DAFTAR PUSTAKA.................................................................. 14
PENDAHULUAN
Pengembangan Organisasi merupakan program yang
berusaha meningkatkan efektivitas keorganisasian dengan mengintegrasikan
keinginan bersama akan pertumbuhan dan perkembangan dengan tujuan
keorganisasian. Pengembangan organisasi (PO) sebagai suatu disiplin perubahan
perencanaan yang menekankan pada penerapan ilmu pengetahuan dan praktek
keperilakuan untuk membantu organisasi-organisasi mencapai efektivitas yang
lebih besar.
Para manajer dan staf ahli harus bekerja dengan dan
melalui orang-orang untuk melaksanakan tugas-tugas mereka dan PO dapat membantu
mereka membentuk hubungan yang efektif di antara mereka.Di dalam menghadapi
akselerasi perubahan yang semakin cepat, PO diperlukan untuk bisa mengatasi
konsekuensi-konsekuensi dari perubahan tersebut.
Pengembangan organisasi pada dasarnya berbeda dengan
berbagai upaya perubahan organisasi yang dilakukan secara terencana, seperti
upaya perubahan dengan melakukan pembelian peralatan baru, atau merancang ulang
sebuah desain, ataupun menyusun ulang suatu kurikulum sekolah, atau suatu
departemen pada suatu fakultas.Hal ini karena fokus kajian PO itu terletak pada
peningkatan kemampuan organisasi untuk dapat mengetahui dan memecahkan berbagai
masalah yang dihadapi organisasi itu sendiri.
I)
FAKTOR-FAKTOR PERUBAHAN ORGANISASI
lvin L. Bertrand
berpendapat bahwa awal dari perubahan itu adalah komunikasi, yaitu proses
penyampaian informasi dari satu pihak ke pihak yang lain sehingga dicapai
pemahaman bersama, hal ini disebabkan karena adanya pengkomunikasian
gagasan-gagasan, ide-ide, nilai-nilai, keyakinan-keyakinan maupun hasil-hasil
kebudayaan fisik.
Sebuah perubahan dan pengembangan dapatlah terjadi
pada apapun dan siapapun tidak terkecuali dengan organisasi.Tidak banyak
individu atau organisasi menyukai adanya perubahan, namun perubahan tidak dapat
dihindari namun harus di hadapi.
Proses perubahan organisasi adalah konsep daur hidup
atau life cycle. Organisasi mengalami proses kelahiran pertumbuhan, berkembang,
kematangan, kemunduran dan akhirnya mengalami kematian sebagaimana dalam semua
sistem biologi dam sistem sosial.
Terdapat
2 faktor dari suatu perubahan
organisasi :
-
Faktor Ekstern
-
Faktor Intern
Ø
Faktor Ekstern
Adalah penyebab perubahan yang
berasal dari luar, atau sering disebut lingkungan.Organisasi bersifat responsive
terhadap perubahan yang terjadi di lingkungannya.Oleh karena itu, jarang sekali
suatu organisasi melakukan perubahan besar tanpa adanya dorongan yang kuat dari
lingkungannya.Artinya, perubahan yang besar itu terjadi karena lingkungan
menuntut seperti itu.Beberapa penyebab perubahan organisasi yang termasuk
faktor ekstern adalah perkembangan teknologi, faktor ekonomi dan peraturan
pemerintah.
Perkembangan dan kemajuan teknologi juga merupakan penyebab penting
dilakukannya perubahan. Penggantian perlengkapan lama dengan perlengkapan baru
yang lebih modern menyebabkan perubahan dalam berbagai hal, misalnya: prosedur
kerja, kualitas dan kuantitas tenaga kerja, jenis bahan baku, jenis output yang
dihasilkan, system penggajian yang diberlakukan yang memungkinkan jumlah
bagian-bagian yang ada dikurangi atau hubungan pola kerja diubah karena adanya
perlengkapan baru.
Perkembangan IPTEK terus berlanjut sehingga setiap saat ditemukan
berbagai produk teknologi baru yang secara langsung atau tidak memaksa
organisasi untuk melakukan perubahan. Organisasi yang tidak tanggap dan
bersedia menyerap berbagai temuan teknologi tersebut akan tertinggal dan pada
gilirannya tidak akan sanggup survive.
Ø
Faktor Intern
Adalah penyebab perubahan yang
berasal dari dalam organisasi yang bersangkutan, yang dapat berasal dari
berbagai sumber antara lain:
– Problem
hubungan antar anggota,
– Problem dalam proses kerja sama,
– Problem keuangan.
– Problem dalam proses kerja sama,
– Problem keuangan.
Hubungan antar anggota yang kurang harmonis merupakan salah satu
problem yang lazim terjadi. Dibedakan menjadi dua, yaitu: problem yang
menyangkut hubungan atasan bawahan (hubungan yang bersifat vertikal), dan
problem yang menyangkut hubungan sesama anggota yang kedudukannya setingkat
(hubungan yang bersifat horizontal). Problem atasan bawahan yang sering timbul
adalah problem yang menyangkut pengambilan keputusan dan komunikasi.
Keputusan pimpinan yang berkenaan dengan system pengupahan, misalnya
dianggap tidak adil atau tidak wajar oleh bawahan, atau putusan tentang
pemberlakuan jam kerja yang dianggap terlalu lama, dsb. Hal ini akan
menimbulkan tingkah laku anggota yang kurang menguntungkan organisasi, misalnya
anggota sering terlambat. Komunikasi atasan bawahan juga sering menimbulkan
problem.Keputusannya sendiri mungkin baik tetapi karena terjadi salah
informasi, bawahan menolak keputusan pimpinan. Dalam hal seperti ini perubahan
yang dilakukan akan menyangkut system saluran komunikasi yang digunakan.
Problem yang sering timbul berkaitan dengan hubungan sesame anggota
organisasi pada umumnya menyangkut masalah komunikasi dan kepentingan
masing-masing anggota.
II)
PROSES PERUBAHAN SEBUAH ORGANISASI
Organisasi apapun tidak dapat menghindarkan diri
dari pengaruh daripada berbagai perubahan yang terjadi di luar organisasi. Yang
dimaksud dengan proses perubahan organisasi adalah tata urutan atau langkah
langkah dalam mewujudkan perubahan organisasi.
Perubahan organisasi merupakan perubahan yang
berkaitan dengan pengembangan, perbaikan, maupun penyesuaian yang meliputi
struktur, teknologi, metode kerja maupun sistem manajemen suatu
organisasi.suatu organisasi tidak harus melaksanakan suatu perubahan. Hal ini
merupakan suatu strategi untuk memenuhi beberapa keseluruhan tujuan dari suatu
organisasi.Langkah tersebut terdiri dari :
Proses terjadinya suatu perubahan di
dalam organisasi meliputi enam tahap, hal ini diungkapkan oleh L.C. Megginson,
Donald C.M. dan Paul H.P.,Jr. seperti dikutip oleh T.Hani Handoko.
Adapun
tahap-tahap tersebuat adalah sebagai berikut:
1) Tekanan dan Desakan.
Pada tahap ini manajemen tingkat atas mulai merasakan
adanya masalah, tekanan, desakan dan kebutuhan akan suatu perubahan. Hal ini
ditandai dengan adanya penurunan produktivitas, volume penjualan dan laba,
perputaran tenaga kerja tinggi dan kalahnya persaingan produk dipasaran, dan
sebagainya.
22) Intervensi
dan Reorientasi.
Setelah merasakan adanya tekanan dan desakan, para
manajer mulai mencoba berusaha menyelesaikannya dengan mencari dan menentukan
serta merumuskan permasalahan, untuk itu mereka biasanya menyewa seseorang atau
beberapa konsultan atau bisa juga pihak internal (karyawan perusahaan) sebagai
pengantar perubahan.
33) Diagnosa dan Pengenalan Masalah.
Pada tahap ini pengantar perubahan mulai mengumpulkan
berbagai informasi (data), kemudian menganalisanya. Masalah yang paling penting
dikenali dan diperhatikan untuk dipecahkan.
44) Penemuan dan Komitmen penyelesaian
Pada tahap ke empat ini, pengantar perubahan dan
merangsang pemikiran, kretivitas serta mulai meninggalkan “metode-metode kerja
lama”, menggantinya dengan mtode-metode baru yang lebih afektif. Begitu juga
untuk penyesuaian dibuatlah rencana program-program latihan, keterampilan,
peningkatan wawasan, dll.
55) Percobaan dan Pencarian Hasil.
Setelah alternatif terbaik untuk penyelesaian ditemukan
dan dikembangkan, selanjutnya diadakan percobaan penerapannya untuk diketahui
hasilnya.
66) Penguatan dan Penerimaan.
Pada tahap ini, setelah penerapan program-program
kegiatan dalam rangka penyesuaian dengan perubahan ataupun pengembangannya
telah berhasil dan sesuai dengan keinginan, maka kegiatan untuk perubahan
tersebut diusahakan harus diterima oleh para karyawan dan menjadi penguat yang
dapat mengikat semua karyawan pada perubahan.
III)
CIRI-CIRI PENGEMBANGAN ORGANISASI
Suatu strategi pendidikan yang kompleks yang
dimaksudkan untuk mengubah keyakinan, sikap, nilai, dan struktur organisasi
sehingga mereka dapat lebih beradaptasi dengan teknologi baru, pemasaran dan tantangan,
dan tingkat yang memusingkan perubahan itu sendiri. Maka Pengembangan
organisasi yang efektif memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
- Merupakan
strategi terencana dalam mewujudkan perubahan organisasional, yang
memiliki sasaran jelas berdasarkan diagnosa yang tepat tentang
permasalahan yang dihadapi oleh organisasi.
- Merupakan kolaborasi antara berbagai pihak yang akan terkena dampak perubahan yang akan terjadi.
- Menekankan cara-cara baru yang diperlukan untuk meningkatkan kinerja seluruh organisasi dan semua satuan kerja dalam organisasi.
- Mengandung
nilai humanistik dimana pengembangan potensi manusia menjadi bagian
terpenting.
- Menggunakan
pendekatan komitmen sehingga selalu memperhitungkan pentingnya interaksi,
interaksi dan interdependensi antara berbagai satuan kerja sebagai bagian
integral di suasana yang utuh.
- Menggunakan
pendekatan ilmiah dalam upaya meningkatkan efektivitas organisasi.
IV)
METODE PENGEMBANGAN ORGANISASI
Dalam kegiatan pengembangan organisasi
terdapat berbagai macam metode yang digunakan untuk suatu pengembangan
organisasi , metode pengembangan organisasi antara lain :
Ø Latihan Kepekaan/ Sensitivity Training
Latihan kepekaan ini merupakan
metode awal dari perubahan prilaku, melalui interaksi kelompok yang tak
terstruktur, dimana setiap anggota dalam kelompok diajak berkumpul bersama
dalam suasana yang bebas dan terbuka dimana setiap partisipan mendiskusikan
diri mereka sendiri dan proses interaksi mereka. Dengan latihan kepekaan ini
mendorong setiap anggota memiliki kesadaran dan kepekaan terhadap diri sendiri
dan orang lain, meningkatkan empati kepada orang lain, meningkatkan listening
skill atau keahlian dalam mendengarkan pendapat orang lain, meningkatkan
keterbukaan dan toleransi kepada orang lain.
Ø Pendekatan Survey Umpan Balik/ Survey Feedback Approach
Alat yang dapat dipergunakan untuk
menilai prilaku dari anggota sebuah organisasi dan mengindentifikasi jarak
perbedaan diantara persepsi dari masing-masing anggota adalah dengan
menggunakan survey feedback dimana setiap anggota dapat berpartisipasi
didalamnya.Hasil dari survey ini kemudian ditabulasikan dan
dianalisa.Pendekatan ini kemudian dapat memberikan informasi yang bermanfaat
mengenai prilaku karyawan untuk pengambilan keputusan.Namun bagaimana pun, kita
mengatuhi bahwa setiap individu dipengaruhi oleh banyak faktor ketika mereka
merespon survey tersebut.Hal inilah yang harus dimonitor oleh manajemen.
Ø Proses Konsultasi
Proses konsultsi adalah sebuah
pertemuan antara sebuah konsultan dengan client untuk memahami proses
pengembangan organisasi yang dilakukan dimana seseorang (karyawan) harus
mengatasi dan mengindentifikasi hal-hal apa saja yang perlu diperbaiki atau
ditingkatkan. Konsultan dan client ini bukan hanya berarti pihak ketiga, tetapi
juga bisa jadi antara karyawan dengan atasan langsungnya.Proses konsultasi ini
hampir mirip dengan latihan kepekaan, namun pada latihan kepekaan lebih
menekankan kepada tugas, sedangkan proses konsultasi lebih kepada memberikan
pemahaman. Dengan lebih paham, maka diharapkan tingkat penolakan akan lebih
dapat berkurang.
Ø Membangun Tim
Setiap organisasi pada dasarnya
sangat mengandalkan pada sekumpulan orang untuk dapat menyelesaikan tugas
secara kelompok. Proses pembangunan ttim menggunakan interaksi yang sangat
tinggi dalam aktivitas sebuah kelompok untuk meningkatkan kepercayaan dan
keterbukaan diantara sesama anggota tim, meningkatkan kemampuan untuk
berkoordinasi dan meningkatkan performa tim. Jadi proses membangun tim ini
dilakukan dengan meningkatkan interaksi diantara sesama anggotanya.
Ø Pengembangan Antar Kelompok
Salah satu area yang mendapatkan
penekan yang penting dalam pengembangan organisasi adalah mencegah terjadi
konflik yang disfungsional (konflik yang tidak produktif) yang terjadi diantara
kelompok. Pengembangan antar kelompok atau intergroup development bertujuan
untuk merubah prilaku, stereotype, dan perspesi tentang kelompok lain. Contoh
misalkan unit bisnis menganggap (stereotype) unit financial sebagai sekumpulan
orang-orang yang kaku, tidak memahami dinamika bisnis.Tujuan utama adalah untuk
meningkatkan hubungan antara satu kelompok dengan kelompok lainnya.
Ø Appreciative Inquiry
Appreciative inquiry bertujuan untuk
mengidentifikasi kualitas-kualitas yang unik dan kekuatan yang istimewa yang
dimiliki oleh sebuah organisasi, yang kemudian dapat menjadi dasar untuk
peningkatan performa atau kinerja. Metode ini sedikit berbeda dengan metode
pengembangan organisasi yang lain karena appreciative inquiry tidaklah
menekankan pada permasalahan-permasalahan yang terjadi, tetapi menekankan pada
kesuksesan sebuah organisasi. Appreciative Inquiry terdiri dari 4
tahap. Tahap yang pertama adalah discovery yakni mengidentifikasi apa yang
karyawan pikir tentang kekuatan yang dimiliki oleh organisasi. Tahap berikutnya
adalah design, dimana karyawan memprediksi masa depan yang memungkinkan bagi
organisasi berdasarkan informasi yang diterima pada tahap discovery. Setelah
melakukan tahap discovery dan design, selanjutnya beralih kepada tahap design
untuk menemukan visi yang sama tentang masa depan organisasi dan menyetujui
kualitas unik yang dimiliki oleh organisasi. Tahap yang terakhir adalah destiny
yakni menentukan cara-cara untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan pada
tahap dream.
Langganan:
Postingan
(
Atom
)



